Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini


Selasa, 22 September 2020

Asistensi Penguatan dalam rangka Pembentukan Relawan Anti Narkoba

Karangploso - Selasa (22/9/20) BNN Kabupaten Malang mengelar kegiatan asistensi penguatan dalam rangka pembentukan relawan anti narkoba di wilayah Kabupaten Malang. Kegiatan yg berlangsung selama 2 hari dan bertempat di Baverly Hills Room El Hotel Karangploso diikuti sebanyak 30 orang peserta yg nantinya akan menjadi relawan anti narkoba. Giat asistensi tersebut bertujuan untuk memberikan penguatan akan informasi, cara komunikasi dan langkah-langkah yang tepat untuk mengajak masyarakat dalam upaya P4GN dimana hal itu merupakan fungsi relawan. Untuk kesukseskan giat asistensi tersebut BNN Kab Malang turut menghadirkan narasumber yaitu Kepala BNN Kab Malang (Letkol Laut PM Candra Hermawan, S.H, Tr.Hanla., M, M.) dengan Materi Narkotika Dan Permasalahan Narkotika Dalam Perspektif Hukum, Kasi Rehabilitasi BNN Kabupaten Malang (Drs. M. Khoirul., M.M.), dengan materi Pentingnya Rehabilitasi Medis Dan Sosial, Kasi P2M BNN Kabupaten Malang (Agus Priyono, S.Kom) dengan materi Upaya P4GN Di Tiap Lingkungan. Selain narasumber dari BNN juga melibatkan beberapa narasumber dari luar yaitu Kepala Humas Dan Protokol UMM Dan Dosen Jurusan ilmu Komunikasi (FISIP) UMM (Sugeng Winarno, M.A.) dengan materi Teknik Pemanfaatan Media Komunikasi, Ketua Stimata Malang (Tb. Mohammad Akhriza) dengan materi Teknik Pemanfaatan Media Komunikasi, Ketua Rumah Kolaborasi Indonesia, Relawan BNN RI (Bima Aminul Karim, M.Tr. Kep.) dengan materi Rencana Aksi P4GN. Dengan adanya giat ini diharapkan para relawan yang terbentuk dapat semaximal mungkin untuk mengajak masyarakat di Kabupaten Malang untuk menjauhi penyalahgunaaan narkoba serta bersama sama mensukseskan program P4GN. (humas)


Kamis, 10 September 2020

Tes Urine Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020 tahap II

Malang – BNN kembali melaksanaan tes urine dalam rangkaian kegiatan Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020. Kepala BNN Kabupaten Malang didampingi Kasi P2M bersama bersama Tim medis kedatangan tamu penting yaitu Kepala BNNP Jawa Timur. Kegiatan yang digelar Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Dalam kesempatan ini yang menjalani tes urine adalah Bakal Calon Kepala Daerah dari Kota Blitar, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Jember. Kegiatan tes urine dilaksanakan dengan tetap mengacu pada peraturan protokol kesehatan secara ketat. II. Pelaksanaan tes urine pada Kamis, 10 September 2020, diikuti sebanyak 10 Bakal Paslon Kepala Daerah antara lain yaitu 1. Ir. Yoyok Mulyadi, MS.i (Calon Bupati Situbondo)* 2. Drs. H. Abu Bakar Abdi, Apt., MSi. (Calon Wakil Bupati Situbondo) 3. Drs. Karna Suswandi, MM (Calon Bupati Situbondo)* 4. Khoirani, Spd. MH (Calon Wakil Bupati Situbondo) 5. H. Abdus Salam, SE (Calon Bupati Jember) 6. Ifan Ariadna Wijaya, S.Sos (Calon Wakil Bupati Jember) 7. H. Yusuf Widyatmoko, S.Sos (Calon Bupati Banyuwangi) 8. KH. Muhammad Riza Aziziy, M.IEB (Calon Wakil Bupati Banyuwangi) 9. Drs. H. Santoso, M.Pd. (Calon Walikota Blitar) 10. Ir. H. Tjutjuk Sunario, MM.(Calon Wakil Walikota Blitar) Hadir dalam kegiatan - Kepala BNNP Jatim - Kepala BNN Kabupaten Malang - Kepala BNN Kab Blitar - Tim Pemeriksaan Pilkada terdiri dari Dokter, paramedis BNN Kab Malang, BNN Kab Blitar dan BNN Kab Kediri Hasil pelaksanaan - Terlaksananya tes urine kepada 10 orang Bakal Paslon Pilkada dengan menggunakan alat tes 7 Parameter didapatkan hasil tidak ada yang terindikasi penyalahgunaan narkoba (Negatif)


Rabu, 9 September 2020

Deklarasi pencanangan Zona Integritas

Pakisaji - Badan Narkotika Nasional Kabupaten Malang melaksanakan Deklarasi pencanangan Zona Integritas Di Lingkungan BNN Kabupaten Malang dalam menuju WBK (Wilayah Bebas Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani). Pencanangan dilakukan pada Rabu (09/2020) di kantor BNN Kabupaten Malang di Jalan Raya Pakisaji 166, Kabupaten Malang. Dalam sambutan Kepala BNN Kabupaten Malang, Letkol Laut (PM) Chandra Hermawan S.H, M.Tr, Hanla, M.M. juga menjelaskan Zona integritas ini adalah langkah awal untuk melakukan sistem penyelenggaraan pemerintah yang efektif dan efisien. Sehingga dapat melayani masyarakat secara tepat, cepat dan serta mewujudkan birokrasi pelayanan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari KKN. Hal tersebut merujuk pada Permenpan RB (Peraturan Menpan RB) Nomor 10 tahun 2019 tentang Perubahan Nomor 52 tahun 2014 yang membahas perihal Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM, ada 6 area yang harus dilakukan perubahan. Pelaksanaan Pencanangan Zona Integritas BNN Kabupaten Malang melalui deklarasi penandatanganan oleh para deklalator antara lain Sekda Kab Malang, Ketua DPRD Kab. Malang, Kapolres Malang, Dandim 0818 Malang/Batu, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan Negeri Kepanjen, Kepala KPPN Malang, Kepala KPKNL Malang serta Kepala KPP Pratama Kepanjen. Dan turut hadir sebagai tamu undangan yaitu Kepala BPS Malang, Kalapas Wanita Klas II Malang dan Direktur Radar Kanjuruhan. Terlaksananya deklarasi Pencanangan Zona Integritas untuk mewujudkan manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas dan penguatan kualitas pelayanan publik. (humas)


Rabu, 19 Agustus 2020

1 Dus Ekstasi gagal beredar di tengah Pandemi COVID-19

Kepanjen - Rabu (22/7/2020) BNN Kabupaten Malang berhasil mengungkap Peredaran Gelap Narkotika jenis Ekstasi di wilayah Kecamatan Kepanjen. Keberhasilan ini berawal dari laporan masyarakat yang menginformasikan bahwa terdapat adanya peredaran gelap narkotika jenis ekstasi di sebuah rumah di kawasan kota Kepanjen. Menindaklanjuti hal tersebut petugas Seksi Pemberantasan BNN Kabupaten Malang kemudian melakukan penyelidikan. Setelah dilakukan serangkaian  pengintaian dan penyelidikan, pada hari Rabu tanggal 22 Juli 2020 sekitar pukul 12.00 WIB petugas kemudian melakukan penangkapan terhadap tersangka di sebuah Rumah yang menjadi tempat tinggal tersangka dan setelah dilakukan penggeledahan didapatkan 70 butir narkotika jenis ekstasi. Tersangka berinisial OA, umur 43 tahun asal Kelurahan Kepanjen Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. "Meskipun di era new normal akibat pandemi covid 19, BNN Kabupaten Malang tetap melaksanakan tindakan tegas terhadap penyalahguna narkoba kususnya di wilayah Kabupaten Malang", tegas Kepala BNN Kabupaten Malang Letkol Laut (PM) Candra Hermawan,S.H,M.Tr.Hanla,M.M. Barang bukti yang disita dari tersangka berupa: – 70 butir narkotika jenis ekstasi. – 1 buah HP, – 1 kartu identitas, dan – 1 buah ATM beserta buku tabungan yang digunakan untuk transaksi. Tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 2 jo 112 ayat 2 UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 ( dua puluh) tahun.  Dengan adanya ungkap kasus ini BNN Kabupaten Malang telah menyelamatkan 70 orang masyarakat Kabupaten Malang khususnya wilayah  Kecamatan Kepanjen. (humas)



Selasa, 2 Juli 2019

Pemilihan Duta Anti Narkoba Kabupaten Malang 2019

Persyaratan Peserta

  1. Pelajar tingkat SMA/MA/SMK, dibuktikan dengan kartu pelajar dan surat rekomendasi dari sekolah
  2. Belum menikah
  3. Tinggi dan berat badan proporsional
  4. Sehat Jasmani dan Rohani
  5. Tidak pernah terlibat atau menggunakan narkoba, dibuktikan dengan surat pernyataan ditandatangani di atas materai 6000
  6. Berpenampilan menarik, komunikatif dan berwawasan luas
  7. Memiliki komitmen dan semangat dalam pencegahan narkoba
  8. Bersedia mengikuti kegiatan BNN Kabupaten Malang selama masa jabatan
 PendaftaranPendaftaran dilakukan secara daring/online melalui Tautan/Link
bit.ly/dutaantinarkoba2019 dan peserta yang hendak  mendaftarkan diri  harus memiliki akun google mail (gmail). Selanjutnya peserta diharap melengkapi berkas berupa :
  1. Biodata / Curiculum Vitae
  2. 2 (dua) lembar Foto close up ukuran 4R
  3. 2 (dua) lembar Foto seluruh badan ukuran 4R
  4. 1 (satu) lembar Fotokopi kartu pelajar
  5. 1 (satu) lembar Asli Surat rekomendasi dari sekolah
  6. 1 (satu) lembar Asli Surat pernyataan tidak pernah terlibat atau menggunankan narkoba bermaterai 6000
  7. Fotokopi Piagam dan Sertifikat kejuaraan dan keorganisasian (jika ada)
Semua berkas di atas dibawa pada saat Daftar Ulang dan Technical Meeting, dimasukkan dalam map plastik berwarna Biru untuk peserta putra dan Merah untuk peserta putri. Pelaksanaan Seleksi Adapun tahapan kegiatan Pemilihan Duta Anti Narkoba Kabupaten Malang 2019, yaitu:
  1. Peserta melakukan pendaftaran online.
  2. Peserta yang telah mendaftar secara online diwajibkan hadir pada kegiatan daftar ulang dan technical meeting dengan membawa berkas persyaratan lengkap pada jadwal yang telah ditentukan.
  3. Peserta yang telah melakukan daftar ulang dan mengikuti technical meeting diwajibkan hadir pada kegiatan seleksi tes kemampuan dasar dan wawancara pada jadwal yang telah ditentukan.
  4. Seluruh peserta yang telah mengikuti tes kemampuan dasar dan wawancara akan disaring berdasarkan penilaian juri menjadi 20 orang finalis (10 putra dan 10 putri) yang berhak mengikuti tahapan pembekalan dan grand final.
Pendaftaran Duta Anti Narkoba Kabupaten Malang 2019 ditutup pada tanggal 10 Juli 2019.Info seputar Pemilihan Duta Anti Narkoba Kabupaten Malang 2019 dapat dipantau melalui akun Instagram: infobnn_kab_malang. Timeline Pelaksanaan Duta Anti Narkoba Kabupaten Malang 2019
NoAgendaJadwalTempatKeterangan
1Registrasi17 Juni – 10 Juli 2019onlineMengisi form dan upload dokumen
2Technical Meeting
  • Registrasi Ulang
  • Pengumpulan Berkas
  • Pengukuran Berat Badan
  • Penjelasan Materi Seleksi
11 Juli 2019 Pkl 08.00 - selesaiGedung Pertemuan Kantor Desa Pakisaji Jl. Raya Pakisaji No. 39Map berkas Putra: Biru Putri: Merah Pakaian: Bebas rapi dan bersepatu
3Seleksi -       Tes Kemampuan Dasar -       Wawancara -       Penentuan 10 Pasang (20 orang) finalis12 Juli 2019 Pkl. 07.30 - selesaiGedung Pertemuan Kantor Desa Pakisaji Jl. Raya Pakisaji No. 39Peserta membawa sendiri alat tulis dan meja dadaPakaian: Atasan Putih dan Bawahan Hitam
4Pembekalan Finalis16 Juli 2019Gedung Pertemuan Kantor Desa Pakisaji Jl. Raya Pakisaji No. 39
5Gladi Kotor, Gladi resik dan Grand Final19-20 Juli 2019Pendopo Kabupaten Malang Jl. Agus Salim No. 96 Kota Malang
Narahubung Citra       : 0822 332 880 16 Bonny   : 0857 317 640 15




Senin, 22 Juli 2019

Grand Final Duta Anti Narkoba Kabupaten Malang 2019

Malang - Sabtu (20/7/2019) Rangkaian Acara Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) oleh BNN Kabupaten Malang akhirnya telah mencapai puncaknya pada acara Grand Final Duta Anti Narkoba Kab Malang Tahun 2019 di Paringgitan Pendopo Agung Kantor Pemerintahan Kabupaten Malang Jl. Agus Salim No.39 Kota Malang. Lokasi tersebut menjadi saksi Kilau Grand Final Duta Anti Narkoba Kab Malang Tahun 2019 yang merupakan Generasi Ke-2 setelah sebelumnya pertama kali melahirkan para Duta Anti Narkoba di tahun 2017. Acara yang diselenggarakan oleh BNN Kabupaten Malang dan Joko Roro Kab Malang ini menjadi kesan kebanggaan bagi para penggiat anti narkoba khususnya lingkungan pendidikan sebagaimana mereka akan menjadi wakil BNN Kab Malang untuk menjadi relawan anti narkoba bersama menggaungkan semangat P4GN dan menjadi contoh bagi generasi milenial untuk tetap sehat tanpa narkoba khususnya di wilayah Kab. Malang.Berikut adalah daftar pemenang (5 Besar) Duta Anti Narkoba Kabupaten Malang 2019:*Juara 1 Putra* Gilang Putra Permana (SMAS Diponegoro Tumpang) *Juara 1 Putri* Jesica Maranatha Virgin (SMA Negeri 1 Kepanjen) *Runner Up 1 Putra* Fajar Ubaidillah Amin (MAN 1 Malang) *Runner Up 1 Putri* Nella Rara Chrysisia (SMA Negeri 1 Kepanjen) *Runner Up 2 Putra* Moch. Fassedika Hasbi Anjaba (SMA Negeri 1 Tumpang) *Runner Up 2* Putri Wahidah Tsamara Putri Yastuti (SMA Negeri 1 Lawang) *Favorit Putra* Wahyu Herlambang (SMA Negeri 1 Turen) *Favorit Putri* Farella Salsabila Arifin (MA Al Ittihad Poncokusumo) *Persahabatan Putra* Muhammad Khoirul Mu’adib (MA Al Ittihad Poncokusumo) *Persahabatan Putri* Ismira Alkautsar (SMA Negeri 1 Tumpang)Acara ini semakin berkesan karena kehadiran tamu terhormat yakni Brigjen Pol. Drs Bambang Priambadha SH. M.Hum selaku Kepala BNN Prov. Jatim beserta Jajaran Staf Kepala. Selain itu hadir pula Bapak Drs. H. M. Sanusi, MM selaku Plt. Bupati Malang beserta Jajaran Forpimda Kab Malang.Dalam kesempatan rilis ini, akhir kata, BNN Kabupaten Malang ingin mengucapkan puji syukur atas segala nikmat dan kekuatan yang telah Tuhan berikan serta terima kasih sebesar-sebesarnya kepada seluruh pihak yang turut mensukseskan rangkaian acara Pemilihan Duta Anti Narkoba Kab Malang 2019, mulai dari rangkaian seleksi hingga puncak Acara yakni Grand Final Duta Anti Narkoba Kab. Malang 2019.Dengan adanya tambahan dukungan dari seluruh pihak eksternal, rangkaian acara Grand Final Duta Anti Narkoba 2019 dapat terselenggara dengan lebih sukses, kemilau & berkesan. Ini juga merupakan langkah membangun sinergitas yang berkelanjutan antara BNN Kab Malang dengan lingkungan sekitar baik Pemerintah daerah, Dunia usaha/ Swasta, Lingkungan Pendidikan maupun Masyarakat.Dengan totalitas dan sinergitas seperti ini, langkah untuk terus menggerakkan seluruh lapisan masyarakat dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dapat terus berjalan dengan baik untuk bersama-sama mengurangi angka prevalensi penyalahgunaan narkotika khususnya di Wilayah Kabupaten Malang dan sekitarnya. (cit/alf)


Jumat, 24 Mei 2019

Jelang Arus Mudik Lebaran 2019 dan Peringati HANI, BNN Cek Urin Sopir Angkutan Umum

Kepanjen - Usaha mencegah dan memberantas, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah Kabupaten Malang terus dilakukan oleh BNN Kabupaten Malang. Contohnya pada pagi hari ini, Jum'at (24/05) di Terminal Talangagung, Kec. Kepanjen, Kabupaten Malang. Bekerjasama dengan Polres Malang melalui Satlantas dan Satreskoba serta Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, satu persatu Bus dan Mobil Penumpang Umum yang melintas di jalan raya Kepanjen-Blitar diarahkan untuk menuju Terminal Talangagung Untuk dilakukan pemeriksaan.Selain Ramp Check kendaraan dan pemeriksaan urine kepada pengemudi juga dilakukan pemeriksaan kesehatan (tensi darah) kepada para pengemudi serta pemberian informasi terkait bahaya penyalahguna narkoba bagi para penumpang.Kegiatan yang bertajuk Operasi Ketupat Semeru 2019 ini bertujuan sebagai antisipasi kecelakaan pada saat arus mudik Lebaran serta dalam rangka menjelang peringatan Hari Anti Narkotika (Hani) 2019 bulan Juni mendatang.Saat dilakukan pemeriksaan para penumpang diberikan pengetahuan dan pemahaman tentang maksud dan tujuan operasi ini sehingga mereka yang tadinya risau dapat menerima dan memaklumi pelaksanaan kegiatan ini yang meskipun sedikit mengganggu waktu perjalanan mereka namun ini juga demi keamanan dan kesemalatan mereka dalam menempuh perjalanan.Dalam kesempatan ini setidaknya dari 82 kendaraan yang diperiksa/Ramb Check kendaraan kondisi masih layak (tidak bermasalah) dan 92 pengemudi/kru yg di tes urine didapatkan hasil negatif tidak ada yang terindikasi penyalahgunaan narkoba. (bnn)


Terkini


Rabu, 9 September 2020

Deklarasi Pencanangan Zona Integritas

Press Realease Pencanangan Zona Integritas

di Wilayah Badan Narkotika Nasional Kabupaten Malang

Terwujudnya birokrasi yang transparan, akuntabel, bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) merupakan hal yang harus dilakukan oleh setiap instansi Pemerintah. Reformasi Birokrasi merupakan langkah awal untuk melakukan penataan sistem penyelenggaraan pemerintah yang baik, efektif, dan efisien sehingga dapat melayani masyarakat secara cepat, tepat dan profesional.Adapun pelaksanaan program reformasi birokrasi  merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2014 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi dan pada unit kerja diwujudkan dalam upaya Pembangunan Zona Integritas (ZI). Zona Integritas merupakan dua kata yang dirangkai menjadi kesatuan yang tidak terpisahkan yaitu kata “Zona” yang berarti “Wilayah atau Daerah dengan pembatasan khusus”. Sedangkan kata “Integritas” dimaksudkan adalah “Konsistensi dan keteguhan yang tidak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan. Dalam Etika “Integritas” diartikan sebagai kejujuran dan kebenaran dari tindakan seseorang. Oleh karena itu seseorang dapat dikatakan memiliki integritas, apabila tindakannya sesuai dengan nilai, keyakinan dan prinsip kebenaran yang dipegangnya.Melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 10 Tahun 2019 tentang Perubahan Permenpan-RB Nomor 52 tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM di lingkungan Instansi Pemerintah, yang meliputi 6 area perubahan bidang Manajemen Perubahan, Penataan Tatalaksana, Penataan Sistem Manajemen SDM, Penguatan Pengawasan, Penguatan Akuntabilitas Kinerja dan Penguatan Kualitas Pelayanan Publik.Sebagai tindak lanjut dari Peraturan tersebut, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Malang mencanangkan Pembangunan  Zona Integritas pada tanggal 09 September 2020, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat melalui penataan sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif, efisien serta bebas dari korupsi.Sehingga BNN Kabupaten Malang semakin dipercaya oleh masyarakat dalam memberikan layanan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) menerapkan prinsip bebas dari korupsi, praktek pungutan liar (pungli), hanya mengacu kepada tarif resmi Pemerintah dan mengedepankan kualitas layanan, Selain itu masyarakat juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan keluhan dan saran untuk peningkatan layanan di BNN Kabupaten Malang.





Jumat, 6 September 2019

Press Rilis Ungkap Kasus Narkotika Ganja

Pakisaji - Jumat (6/9/2019) BNN Kabupaten Malang berhasil mengungkap Peredaran Gelap Narkotika jenis Ganja di wilayah Kecamatan Pakisaji. Pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang menginformasikan bahwa akan ada kiriman paket ganja masuk ke wilayah kabupaten malang menggunakan media jasa pengiriman paket. Menindaklajuti hal tersebut petugas gabungan melakukan penyelidikan selama tiga hari sejak informasi didapatkan. Setelah dilakukan pengintaian dan penyelidikan secara berkelanjutan, sekitar pukul 13.00 WIB terpantau ciri-ciri kendaraan sesuai informasi yang didapat pada saat penyelidikan. Petugas terus melakukan pengintaian dan pembuntutan terhadap kendaraan tersebut hingga di wilayah Jl. Raya Kebonagung Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang sekira pukul 13.30 WIB. Petugas meyakini bahwa ciri-ciri pengendara sesuai dengan yang diinformasikan kemudian langsung melakukan penyergapan terhadap kendaraan yang telah dilakukan pengintaian tersebut. Petugas kemudian melakukan penggeledahan terhadap tersangka dan kendaraan yang dibawa tersangka dan didapatkan 2 paket ganja kering dengan berat +/- 2 kg. Tersangka berinisial MS, umur 20 Th, alamat Desa Sonotengah, Pakisaji, Malang.

Barang bukti yang disita dari tersangka berupa: - 2 Kg Ganja kering yang terbagi dalam 2 paket, - 1 buah HP, - 1 kartu identitas, dan - 1 unit kendaraan roda 4. Narkotika jenis Ganja kering ini langsung didatangkan dari Medan dengan Modus jual beli pakaian online. Pengiriman disamarkan dengan pengiriman paket berisi pakaian. Paket Ganja Kering tersebut dimasukkan ke dalam celana jeans lalu dibungkus dengan rapi untuk mengelabuhi petugas. Tersangka dijerat dengan pasal 111 ayat 2 dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman penjara paling pendek 5 (Lima) tahun dan paling lama 20 ( dua puluh) tahun. (humas)


Jumat, 6 September 2019

Press Rilis Ungkap Kasus Narkotika Ganja

Pakisaji - Jumat (6/9/2019) BNN Kabupaten Malang berhasil mengungkap Peredaran Gelap Narkotika jenis Ganja di wilayah Kecamatan Pakisaji. Pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang menginformasikan bahwa akan ada kiriman paket ganja masuk ke wilayah kabupaten malang menggunakan media jasa pengiriman paket. Menindaklajuti hal tersebut petugas gabungan melakukan penyelidikan selama tiga hari sejak informasi didapatkan. Setelah dilakukan pengintaian dan penyelidikan secara berkelanjutan, sekitar pukul 13.00 WIB terpantau ciri-ciri kendaraan sesuai informasi yang didapat pada saat penyelidikan. Petugas terus melakukan pengintaian dan pembuntutan terhadap kendaraan tersebut hingga di wilayah Jl. Raya Kebonagung Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang sekira pukul 13.30 WIB. Petugas meyakini bahwa ciri-ciri pengendara sesuai dengan yang diinformasikan kemudian langsung melakukan penyergapan terhadap kendaraan yang telah dilakukan pengintaian tersebut. Petugas kemudian melakukan penggeledahan terhadap tersangka dan kendaraan yang dibawa tersangka dan didapatkan 2 paket ganja kering dengan berat +/- 2 kg. Tersangka berinisial MS, umur 20 Th, alamat Desa Sonotengah, Pakisaji, Malang.

Barang bukti yang disita dari tersangka berupa: - 2 Kg Ganja kering yang terbagi dalam 2 paket, - 1 buah HP, - 1 kartu identitas, dan - 1 unit kendaraan roda 4. Narkotika jenis Ganja kering ini langsung didatangkan dari Medan dengan Modus jual beli pakaian online. Pengiriman disamarkan dengan pengiriman paket berisi pakaian. Paket Ganja Kering tersebut dimasukkan ke dalam celana jeans lalu dibungkus dengan rapi untuk mengelabuhi petugas. Tersangka dijerat dengan pasal 111 ayat 2 dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman penjara paling pendek 5 (Lima) tahun dan paling lama 20 ( dua puluh) tahun. (humas)


Jumat, 12 Juli 2019

Press Release Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2019

RELEASE

KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN MALANG

PADA PERINGATAN HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL

MALANG, 12 JULI 2019

BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM,ASSALLAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH, SALAM SEJAHTERA BAGI KITA SEMUA, OM SWASTIASTU,NAMO BUDDHAYA,SALAM KEBAJIKAN DENGAN MEMANJATKAN PUJI SYUKUR KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA, KARENA ATAS RAHMAT DAN HIDAYAH-NYA PADA HARI INI KITA DAPAT HADIR DALAM RELASE PERINGATAN HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL (HANI) TAHUN 2019 DENGAN MENGUSUNG TEMA INTERNASIONAL :LISTEN FIRST –LISTENING TO CHILDREN AND YOUTH IS THE FIRST STEP TO HELP THEM GROWHEALTHY AND SAFESEDANGKAN TEMA NASIONAL KAMI MENGUSUNG :“MILENIAL SEHAT TANPA NARKOBA MENUJU INDONESIA EMAS”. PERINGATAN YANG KITA PERINGATI SETIAP TANGGAL 26 JUNI INI ADALAH WUJUD KEPRIHATINAN SELURUH DUNIA SEBAGAI UPAYA MEMERANGI PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA. UNTUK ITU, DIBUTUHKAN GERAKAN YANG MASIF SERTA KEPEDULIAN DARI SEGALA UNSUR MASYARAKAT SEHINGGA TIDAK MERUSAK GENERASI BANGSA. DALAM MENUJU INDONESIA EMAS, SAAT INI INDONESIA TENGAH MEMACU DIRI MENINGKATKAN PRESTASI PEMBANGUNAN KOMPETENSI BANGSA, OLEH KARENANYA DIPERLUKAN SUMBER DAYA MANUSIA KHUSUSNYA GENERASI MUDA YANG SEHAT, CERDAS DAN BERINTELEKTUAL. GENERASI MILLENIAL HARUS BISA MENGGELORAKAN SEMANGAT MEMBARA UNTUK MENYADARKAN SELURUH KOMPONEN BANGSA DALAM MEMBANGUN SOLIDARITAS SEBAGAI UPAYA MENCEGAH DAN MEMBERANTAS PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA YANG MENJADI ANCAMAN KEHIDUPAN BERBANGSA, BERNEGARA DAN BERMASYARAKAT . KEJAHATAN NARKOTIKA TIDAK HANYA DILAKUKAN OLEH PERSEORANGAN MELAINKAN MELIBATKAN BANYAK ORANG YANG SECARA BERSAMA-SAMA DENGAN JARINGAN YANG TERSEBAR SECARA NASIONAL DAN INTERNASIONAL MENEMBUS SEKAT-SEKAT PERBATASAN WILAYAH SERTA NEGARA. JARINGAN TERSEBUT MERUPAKAN SINDIKAT TERORGANISIR DENGAN CAKUPAN LUAS YANG BEKERJA SECARA RAPI DAN SANGAT RAHASIA. OLEH KARENA ITU, PERANG TERHADAP PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA TIDAK BOLEH DILAKUKAN SECARA SETENGAH-SETENGAH DAN HARUS DILAKUKAN SECARA KOMPREHENSIF DENGAN MELIBATKAN SELURUH ELEMEN BANGSA BAIK INSTANSI PEMERINTAH MAUPUN KOMPONEN MASYARAKAT. BERDASARKAN HASIL SURVEI TENTANG PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA DI 13 PROVINSI TAHUN 2018 YANG DILAKSANAKAN OLEH BADAN NARKOTIKA NASIONAL BEKERJA SAMA DENGAN PUSAT PENELITIAN KEMASYARAKATAN DAN KEBUDAYAAN LIPI DIKETAHUI BAHWA : 
  1. ANGKA PREVALENSI TAHUN 2018 DI INDONESIA MENCAPAI 2,1% SETARA DENGAN 1,51 JUTA ORANG. JAWA TIMUR SENDIRI MEMILIKI ANGKA PREVALENSI PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA SEBESAR 2,8 % DALAM ARTIAN, 2,8 % PENDUDUK JAWA TIMUR SETARA DENGAN 562,778 JIWA.
  2. UNTUK KELOMPOK PELAJAR/MAHASISWA DIDAPATKAN ANGKA PREVALENSI SETAHUN PAKAI SEBESAR 3,21% ATAU SETARA DENGAN297.492 ORANG, DIHITUNG DARI TOTAL JUMLAH PELAJAR MAHASISWA TAHUN 2018 SEBANYAK 15.440.000 ORANG (SUMBER DATA : BPS, 2018).
  3. SEDANGKAN UNTUK KELOMPOK PEKERJA ANGKA PREVALENSI SETAHUN TERAKHIR PAKAI SEBESAR 2,1%, ATAU SETARA DENGAN 1.514.037 ORANG, DIHITUNG DARI TOTAL JUMLAH PEKERJA FORMAL SEBANYAK 74.030.000 ORANG (SUMBER DATA: BPS, 2018).
  PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA DI DALAM MASYARAKAT MENUNJUKKAN KECENDERUNGAN SEMAKIN MENINGKAT DENGAN KORBAN YANG MELUAS, MENCAKUP DI KALANGAN ANAK-ANAK, REMAJA, GENERASI MUDA, APARATUR SIPIL NEGARA, ANGGOTA TNI/POLRI, KEPALA DAERAH, ANGGOTA LEGISLATIF HINGGA KERENTANAN DI LINGKUNGAN RUMAH TANGGA.PENGGUNAAN TEKNOLOGI INTERNET UNTUK PERDAGANGAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA PUN MENINGKAT, BAIK DARI SEGI NILAI TRANSAKSINYA MAUPUN JENIS YANG DIIPERDAGANGKAN. SELAIN ITU, MUNCULNYA JENIS-JENIS NARKOTIKA BARU ATAU NEW PSYCHOACTIVES SUBSTANCES (NPS) TURUT MENAMBAH TANTANGAN DAN HAMBATAN DALAM UPAYA MENANGGULANGI PERMASALAHAN NARKOTIKA.BERDASARKAN DATA YANG DIKELUARKAN OLEH UNODC DALAM WORLD DRUG REPORTS 2018 BAHWA SEJAK TAHUN 2009 SAMPAI DENGAN 2017, TELAH TERDETEKSI SEBANYAK 803 TOTAL NPS YANG BEREDAR DI DUNIA YANG DILAPORKAN OLEH 111 NEGARA. SEDANGKAN 74 JENIS DIANTARANYA SUDAH BEREDAR DI INDONESIA DIMANA SEBANYAK 65 JENIS SUDAH DIATUR DALAM PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR 50 TAHUN 2018 TENTANG PERUBAHAN PENGGOLONGAN NARKOTIKA, SEDANGKAN YANG 9 JENIS BELUM DIATUR. PERKEMBANGAN NPS MENCIPTAKAN CELAH BAGI KEJAHATAN DIKARENAKAN BANYAK NARKOTIKA JENIS BARU YANG BELUM DIATUR OLEH HUKUM.MENGHADAPI KONDISI ANCAMAN TERSEBUT, PEMERINTAH MENGELUARKAN INTRUKSI PRESIDEN NOMOR 6 TAHUN 2018 TENTANG RENCANA AKSI NASIONAL PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA DAN PREKURSOR NARKOTIKA TAHUN 2018-2019. DIMANA DIAMANATKAN BAHWA SELURUH KEMENTERIAN/LEMBAGA DAN PEMERINTAH DAERAH WAJIB MENJALANKAN RENCANA AKSI DALAM MELAKSANAKAN KEGIATAN-KEGIATAN NYATA PERANG MELAWAN NARKOTIKA ANTARA LAIN BERUPA SOSIALISASI BAHAYA NARKOTIKA DAN PREKURSOR NARKOTIKA KEPADA PEGAWAI ASN, ANGGOTA TNI/POLRI, PEMBENTUKAN REGULASI TENTANG P4GN DI KEMENTERIAN/LEMBAGA DAN PEMERINTAH DAERAH, PELAKSANAAN TEST URINE KEPADA PEGAWAI DAN CALON ASN SERTA PEMBENTUKAN RELAWAN ANTI NARKOTIKA. HAL INI DILAKUKAN SEBAGAI SALAH SATU UPAYA MEWUJUDKAN MASYARAKAT INDONESIA BERSIH DARI PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA. UNTUK ITU DIPERLUKAN DUKUNGAN DAN PERHATIAN SEPENUHNYA DARI SEMUA KEMENTERIAN/LEMBAGA.LANGKAH-LANGKAH YANG DILAKUKAN DALAM UPAYA PERANG MELAWAN NARKOTIKA ANTARA LAIN MELALUI STRATEGI DEMAND REDUCTION, YAITU DENGAN TINDAKAN PREVENTIF GUNA MEMBERIKAN KEKEBALAN KEPADA MASYARAKAT AGAR MEREKA IMUN TERHADAP PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA, DAN STRATEGI SUPPLY REDUCTION, MELALUI PENEGAKAN HUKUM YANG TEGAS DAN TERUKUR AGAR SINDIKAT NARKOTIKA JERA. SELAIN ITU DILAKUKAN REHABILITASI BAGI PARA PECANDU DAN PENYALAH GUNA NARKOTIKA.BNN KABUPATEN MALANG TELAH MELAKSANAKAN BEBERAPA KEGIATAN DALAM ACARA PERINGATAN HANI 2019 SEJAK BULAN JUNI HINGGA JULI INI. ADAPUN PUNCAK ACARA HANI 2019 NANTI AKAN DISELENGGARAKAN PEMILIHAN DUTA ANTI NARKOBA KABUPATEN MALANG 2019. BERIKUT BEBERAPA KEGIATAN DALAM RANGKAIAN HANI 2019 :
  1. PENCANANGAN DESA BERSIH NARKOTIKA SEBAGAI PROGRAM PRIORITAS YANG DIRUMUSKAN DALAM RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA (RPJM DESA) DAN RENCANA KEGIATAN PEMERINTAH DESA (RKP DESA) DENGAN MENSINERGIKAN KEPADA ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DAN PEMERINTAH DESA UNTUK MEMBENTUK RELAWAN ANTI NARKOTIKA DAN AGEN PEMULIHAN DARI UNSUR MASYARAKAT DESA/KELOMPOK MASYARAKAT.
  2. PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL BERUPA WEBSITE, MEDIA SOSIAL DAN PORTAL BERITA ONLINE, DIMANA SARANA MEDIA INI SEBAGAI PENDEKATAN KEPADA GENERASI MILLENIAL KARENA MERUPAKAN MEDIA YANG PALING EFEKTIF DAN DAPAT MENJANGKAU KE SELURUH LAPISAN MASYARAKAT. SELAIN ITU MEMBERIKAN EDUKASI DAN INFORMASI UPAYA PENCEGAHAN TERHADAP BAHAYA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA. ADAPUN MEDIA SOSIAL YANG BNN KABUPATEN MALANG MILIKI ADALAH INSTAGRAM @INFOBNN_KAB_MALANG , FACEBOOK : BNNKABUPATENMALANG, SEDANGKAN PORTAL BERITA ONLINE YANG IKUT MEMPUBLIKASI UPAYA P4GN ADALAH TIMEINDONESIA.CO.ID
  3. BNN KABUPATEN MALANG TELAH MEREHABILITASI PENYALAHGUNA NARKOTIKA BAIK SECARA MEDIS MAUPUN SOSIAL DAN MEMBERIKAN DUKUNGAN KEPADA LEMBAGA REHABILITASI KOMPONEN MASYARAKAT SERTA BEKERJASAMA DENGAN INSTANSI TERKAIT DALAM PENANGANAN ASESMEN TERPADU OLEH TIM TAT.
  4. PENGUNGKAPAN KASUS NARKOTIKA DIMANA HAL INI MERUPAKAN BUKTI KESERIUSAN APARAT PENEGAK HUKUM DALAM MELAWAN KEJAHATAN NARKOTIKA DAN KOMITMEN YANG TEGAS SERTA KERJA KERAS DALAM MEMBERANTAS JARINGAN SINDIKAT NARKOTIKA.
  5. MELAKUKAN UPAYA DETEKSI DINI NARKOTIKA MELALUI TES URINE KEPADA BEBERAPA PERSONIL DI INSTANSI PEMERINTAH, PARA KARYAWAN DI BEBERAPA PERUSAHAAN, SERTA PELAJAR/MAHASISWA DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN. KEGIATAN TERSEBUT MERUPAKAN HASIL KERJASAMA BNN KABUPATEN MALANG DALAM UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BAIK DI LINGKUNGAN PEMERINTAH, SWASTA, PENDIDIKAN, DAN MASYARAKAT.
  6. UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DILAKUKAN DENGAN PENYULUHAN/SOSIALISASI P4GN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH, SWASTA, PENDIDIKAN, DAN MASYARAKAT.
 PADA KESEMPATAN INI, BNN KABUPATEN MALANG AKAN MENYELENGGARAKAN PUNCAK RANGKAIAN HANI 2019 DENGAN MENGADAKAN DUTA ANTI NARKOBA KABUPATEN MALANG 2019. PEMILIHAN DUTA ANTI NARKOBA DI AWALI DENGAN TAHAPAN SELEKSI ADMINISTRASI PADA TANGGAL 1 S.D 10 JULI 2019, DILANJUTKAN DENGAN TECHNICAL MEETING 11 S.D 12 JULI, PEMBEKALAN FINALIS PADA TANGGAL 18 JULI 2019, DAN ACARA PUNCAK GRAND FINAL PADA TANGGAL 20 JULI 2019 YANG RENCANANYA AKAN DISELENGGARAKAN DI PENDOPO KABUPATEN MALANG. PUNCAK ACARA HANI TERSEBUT MENDAPAT DUKUNGAN DARI PEMERINTAH KABUPATEN MALANG SEBAGAI SALAH SATU WUJUD KEPEDULIAN PEMERINTAH DAERAH DALAM UPAYA P4GN. KAMI BERHARAP DENGAN TERPILIHNYA DUTA ANTI NARKOBA DAPAT MENJADI PERPANJANGAN TANGAN BNN DALAM UPAYA P4GN BAIK DI KELUARGA, LINGKUNGAN PENDIDIKAN, HINGGA LINGKUNGAN MASYARAT. DUTA YANG TERPILIH NANTI KAMI HARAPAKAN JUGA MENJADI PENGGIAT ANTI NARKOBA YANG MAMPU SECARA MANDIRI, SUKARELA, DAN BERKELANJUTAN DENGAN MENSOSIALISASIKAN P4GN. SAYA KEPALA BNN KABUPATEN MALANG BESERTA STAF MENYAMPAIKAN TERIMA KASIH KEPADA SEMUA PIHAK YANG TELAH TURUT SERTA MENSUKSESKAN PROGRAM P4GN KHUSUSNYA PADA RANGKAIAN AACARA HANI 2019. KAMI MENYADARI BAHWA TANPA KERJA SAMA DARI SELURUH KOMPONEN BANGSA, UPAYA KITA DALAM MENCEGAH DAN MEMBERANTAS PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA TIDAK AKAN BERHASIL. MARILAH KITA TINGKATKAN KEBERSAMAAN DALAM PERJUANGAN MENYELAMATKAN DAN MELINDUNGI BANGSA INDONESIA DARI ANCAMAN KEJAHATAN NARKOTIKA. DEMIKIAN RELEASE DALAM RANGKA PERINGATAN HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL TAHUN 2019 INI DISAMPAIKAN SEBAGAI BAHAN REFLEKSI SELURUH BANGSA INDONESIA UNTUK MENGHADAPI ANCAMAN KEJAHATAN NARKOTIKA. MARILAH KITA TERUS BERJUANG BERSAMA, BEKERJA SEKUAT TENAGA, MENJADIKAN NEGARA KITA BERSIH DARI PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA. SEMOGA TUHAN YANG MAHA ESA SELALU MELINDUNGI LANGKAH DAN PENGABDIAN KITA. TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA. WASSALLAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH,OM SHANTI SHANTI SHANTI OM,NAMO BUDDHAYA.





Rabu, 4 Desember 2019

Rehabilitasi Narkoba

Apa Itu Rehabilitasi Narkoba?Rehabilitasi narkoba adalah cara untuk memulihkan pengguna agar terbebas dari narkoba. Memang proses rehabilitasi ini memerlukan waktu yang tidak sebentar. Terlebih jika pasien tersebut telah kecanduan narkoba dalam waktu lama.Jika sudah sampai pada tahap kecanduan narkoba, bisa dikenali gejala nya seperti selalu ingin mengkonsumsi narkoba setiap hari dan keinginan untuk terus menambah dosis pemakaian.Oleh karena itu, sudah seharusnya kita semua mencegah ini agar tidak sampai terjadi pada keluarga maupun lingkungan kita.Kalau sampai ada orang di sekitar kita yang mengalami kecanduan narkoba, kita bisa melakukan rehabilitasi agar kondisinya bisa cepat dipulihkan. Tahapan Rehabilitasi Pengguna Narkoba Adapun untuk tahapan rehabilitasi pengguna narkoba adalah sebagai berikut:1. Tahap Rehabilitasi Medis (Detoksifikasi)Pada tahap awal ini, dokter akan memeriksa kesehatan fisik dan mental pecandu. Dari hasil pemeriksaan, dokter kemudian bisa memberikan resep obat tertentu untuk mengurangi gejala sakau.2. Tahap Rehabilitasi Non medisPada tahap kedua ini, dilakukan di tempat rehabilitasi narkoba yang tersebar di seluruh Indonesia. Saat berada di tempat rehabilitasi ini, pecandu akan coba dipulihkan agar bisa kembali normal dan terbebas dari narkoba yang berbahaya.3. Tahap Pembinaan LanjutanPada tahap ini, pecandu sudah bisa kembali ke lingkungan. Namun akan tetap diawasi sehingga nantinya mantan pengguna ini tidak tergoda untuk kembali ke jalan yang salah.Selain tahapan rehabilitasi tersebut, juga terdapat sejumlah cara terapi dan rehabilitasi untuk pengobatan narkoba. Berikut ini jenis metode pengobatan tersebut.4. Cold TurkeyPada metode ini, pengguna langsung dihentikan aksesnya terhadap narkoba. Biasanya pengguna akan dikurung di ruangan tertentu sampai tingkat ketergantungan terhadap narkoba itu bisa dihilangkan. Setelah itu, orang tersebut akan diikutkan konseling agar bisa bertobat dan tidak kembali tergiur dengan narkoba yang berbahaya. Cara AlternatifDi Indonesia juga ada sejumlah metode alternatif untuk penyembuhan narkoba. Biasanya metode ini dilakukan oleh orang tertentu yang biasa melakukan pengobatan alternatif.Terapi Komunitas (Therapeutic Community (TC)Merupakan metode untuk bisa mengembalikan mantan pengguna kembali ke tengah masyarakat. Menggunakan terapi ini diharapkan pengguna bisa kembali ke masyarakat dan kembali sebagai manusia yang normal.Metode 12 LangkahMetode pengobatan narkoba ini dikembangkan di Amerika Serikat. Ada 12 tahapan yang dilakukan sehingga nantinya pengguna itu bisa kembali sembuh.Penting juga diketahui ada tempat rehabilitasi narkoba rawat inap dan rawat jalan di seluruh Indonesia.Sesuai fungsinya, tempat rehabilitasi narkoba rawat inap itu bisa digunakan untuk merehabilitasi pengguna narkoba sambil menginap. Sedangkan untuk tempat rehabilitasi narkoba rawat jalan bisa digunakan untuk merehabilitasi narkoba sambil rawat jalan.sumber: bnn.go.id


Rabu, 4 Desember 2019

Rehabilitasi Narkoba

Apa Itu Rehabilitasi Narkoba?Rehabilitasi narkoba adalah cara untuk memulihkan pengguna agar terbebas dari narkoba. Memang proses rehabilitasi ini memerlukan waktu yang tidak sebentar. Terlebih jika pasien tersebut telah kecanduan narkoba dalam waktu lama.Jika sudah sampai pada tahap kecanduan narkoba, bisa dikenali gejala nya seperti selalu ingin mengkonsumsi narkoba setiap hari dan keinginan untuk terus menambah dosis pemakaian.Oleh karena itu, sudah seharusnya kita semua mencegah ini agar tidak sampai terjadi pada keluarga maupun lingkungan kita.Kalau sampai ada orang di sekitar kita yang mengalami kecanduan narkoba, kita bisa melakukan rehabilitasi agar kondisinya bisa cepat dipulihkan. Tahapan Rehabilitasi Pengguna Narkoba Adapun untuk tahapan rehabilitasi pengguna narkoba adalah sebagai berikut:1. Tahap Rehabilitasi Medis (Detoksifikasi)Pada tahap awal ini, dokter akan memeriksa kesehatan fisik dan mental pecandu. Dari hasil pemeriksaan, dokter kemudian bisa memberikan resep obat tertentu untuk mengurangi gejala sakau.2. Tahap Rehabilitasi Non medisPada tahap kedua ini, dilakukan di tempat rehabilitasi narkoba yang tersebar di seluruh Indonesia. Saat berada di tempat rehabilitasi ini, pecandu akan coba dipulihkan agar bisa kembali normal dan terbebas dari narkoba yang berbahaya.3. Tahap Pembinaan LanjutanPada tahap ini, pecandu sudah bisa kembali ke lingkungan. Namun akan tetap diawasi sehingga nantinya mantan pengguna ini tidak tergoda untuk kembali ke jalan yang salah.Selain tahapan rehabilitasi tersebut, juga terdapat sejumlah cara terapi dan rehabilitasi untuk pengobatan narkoba. Berikut ini jenis metode pengobatan tersebut.4. Cold TurkeyPada metode ini, pengguna langsung dihentikan aksesnya terhadap narkoba. Biasanya pengguna akan dikurung di ruangan tertentu sampai tingkat ketergantungan terhadap narkoba itu bisa dihilangkan. Setelah itu, orang tersebut akan diikutkan konseling agar bisa bertobat dan tidak kembali tergiur dengan narkoba yang berbahaya. Cara AlternatifDi Indonesia juga ada sejumlah metode alternatif untuk penyembuhan narkoba. Biasanya metode ini dilakukan oleh orang tertentu yang biasa melakukan pengobatan alternatif.Terapi Komunitas (Therapeutic Community (TC)Merupakan metode untuk bisa mengembalikan mantan pengguna kembali ke tengah masyarakat. Menggunakan terapi ini diharapkan pengguna bisa kembali ke masyarakat dan kembali sebagai manusia yang normal.Metode 12 LangkahMetode pengobatan narkoba ini dikembangkan di Amerika Serikat. Ada 12 tahapan yang dilakukan sehingga nantinya pengguna itu bisa kembali sembuh.Penting juga diketahui ada tempat rehabilitasi narkoba rawat inap dan rawat jalan di seluruh Indonesia.Sesuai fungsinya, tempat rehabilitasi narkoba rawat inap itu bisa digunakan untuk merehabilitasi pengguna narkoba sambil menginap. Sedangkan untuk tempat rehabilitasi narkoba rawat jalan bisa digunakan untuk merehabilitasi narkoba sambil rawat jalan.sumber: bnn.go.id


Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP JAWA TIMUR

0

Total Kasus Narkoba

0

Total Tersangka Kasus Narkoba

0

Total Pasien Penyalahgunaan

0

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

0

Jumlah Sebaran Informasi